Posted on Leave a comment

Gempa megatrust tetap berpotensi di selatan Jawa

Arsip Foto. Aparat Polda Lampung mencari korban tsunami menggunakan anjing pelacak di Desa Way Muli,
Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Senin (24/12/2018). ANTARA FOTO/Ardiansyah

 

Gempa dengan magnitude 6,5 skala richter (SR) di barat daya pesisir Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/1), tidak mengubah potensi terjadinya gempa megatrust di selatan Jawa.

“Pengaruhnya tidak ada karena (gempa) relatif kecil. Sebelumnya yang di Pangandaran tahun 2006 malah lebih besar, 7,7 SR, itu 30 kali lipat energinya dari gempa di barat daya Kebumen kemarin,” kata peneliti Geotek dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja di Jakarta, Selasa.

Gempa 6,5 SR yang juga dirasakan di Yogyakarta hingga Jakarta dan utara Pulau Jawa, menurut dia, tetap menjadi pelajaran berharga karena sudah membuat kepanikan masyarakat.

“Bagaimana kalau magnitude 9 SR, dan itu mungkin terjadi. (Lokasinya bisa) di situ juga tapi lebih luas wilayahnya,” ujar dia.

Semakin besar energi gempa, Danny Hilman mengatakan akan semakin besar retakan batuan dan semakin besar cakupannya.

Jika gempa megatrust dengan magnitude 9 SR terjadi, ia memperkirakan retakan batuan yang dihasilkan dapat mencapai ratusan bahkan ribuan kilometer (km), dengan demikian gempa akan dirasakan di wilayah dengan cakupan lebih luas.

Meski demikian kondisi geologi di bawah satu lokasi juga mempengaruhi gempa yang dirasakan di tempat tersebut. Retakan yang terjadi pada gempa di barat daya Kebumen pada Sabtu (25/1), dapat dirasakan di Jakarta karena kondisi di bawah Ibukota merupakan endapan lunak, lanjutnya.

“Itu yang membuat Jakarta lebih memiliki risiko tinggi terhadap gempa. Kondisi geologi di bawah satu lokasi harus juga kita pahami,” ujar Danny.

 

dilansir dari Antaranews https://www.antaranews.com/berita/416443/gempa-megatrust-tetap-berpotensi-di-selatan-jawa

Posted on Leave a comment

Habib Luthfi Main Piano di Rumah Dinas Anies

 

Gubernur DKI Anies Baswedan mengisahkan cerita unik saat Habib Luthfi bin Yahya datang ke rumah dinas Anies. Seperti ini kisahnya.

Dalam ceritanya di Instagram, Anies tidak menyebut kapan persisnya pertemuan itu berlangsung. Pertemuan dengan Habib Luthfi itu berlangsung di rumah dinas. Anies menceritakan momen unik saat Habib Luthfi tiba di rumah dinas dan melihat piano. “Begitu beliau lihat ada piano, langsung duduk dan jarinya seakan menari, jari lincah memainkan tuts piano,” tulis Anies.

Anies dan Habib Luthfi berbincang banyak hal siang itu. “Dari soal sufi sampai soal ketimpangan,” ungkapnya.

Anies dan Habib Luthfi juga bergandengan tangan di momen pertemuan istimewa itu. “Sebuah silaturahmi yang mengesankan,” kata Anies soal pertemuannya dengan Habib Luthfi bin Yahya.

 

Gambar dan tulisan diambil dari: https://news.detik.com/foto-news/d-3957798/ketika-habib-luthfi-main-piano-di-rumah-dinas-anies/2#share_top

Posted on Leave a comment

Mahfud: Secara Hukum Penyebutan Pribumi tidak Ada Masalah

mahfud md=republika.co.id
mahfud md-Republika.co.id

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan polemik penyebutan istilah pribumi bisa dilihat dari berbagai aspek, seperti hukum, politik, dan sosiologis. Mahfud menyampaikan, secara hukum, kata pribumi itu sudah ada dalam khazanah hukum di Indonesia sejak lama hingga sekarang ini.

Mahfud menjelaskan, istilah pribumi secara hukum muncul dari politik hukum pada 1848 untuk memberlakukan hukum yang berbeda-beda ke setiap penduduk. Dalam masa penjajahan Belanda itu, Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Perdata diberlakukan secara berbeda sesuai nilai yang dianut masing-masing kelompok, seperti KUH Perdata Islam, KUH Perdata keturunan Cina, atau KUH Perdata keturunan India. Hal ini masih berlaku hingga sekarang.

“Kita punya peradilan agama, dulu peradilan pribumi sampai sekarang masih ada, jadi kalau secara hukum (istilah pribumi) enggak ada masalah, orang selalu menyebut pribumi kok setiap hari,” ujar Mahfud di sela-sela Konferensi Internasional dan Multaqa IV Alumni Al Azhar di Islamic Center NTB, Kamis (19/10).

Begitupun dengan UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan terhadap segala bentuk diskriminasi ras dan etnis, yang menurut Mahfud, tidak ada kaitannya dengan polemik istilah pribumi. Alasannya, ras merupakan ciri-ciri tubuh seseorang, sedangkan etnis meliputi bahasa maupun kepercayaan. Ras dan etnis yang berbeda bisa berbaur dalam sebuah konsep yang bernama pribumi.

Namun, persoalan ini menjadi polemik lantaran ditarik dalam ranah politik. Mahfud memandang istilah pribumi kemungkinan dirasa kurang tepat dalam kacamata politik.

“Itu (istilah pribumi) secara politik mungkin kurang tepat, tapi kalau mau dibawa ke hukum enggak ada. Tapi ini kan soal politik jadi sensitif, kalau dari sudut hukum tidak ada masalah,” kata Mahfud menambahkan.

copas dari:Republika.co.id

Posted on Leave a comment

Sukses! Pembukaan TokoUmat Bogor Diserbu Pembeli

toko Umat
toko Umat

Kemarin siang (17/08) berlangsung pembukaan pertama minimarket berjamaah TOKOUMAT Bogor yang berlokasi di Jalan Achmad Sobana (Bangbarung Bogor).

Acara ini dihadiri ratusan owner yang datang dari luar kota, bahkan ada yang dari Samarinda, Palembang, Tasikmalaya, dan kota lainnya.

Masyarakat dan umat antusias mengikuti acara yang cukup bersemangat tersebut, bahkan ereka rela berdiri berdesakan karena tidak mendapatkan tempat duduk.

Terlihat hadir dalam acara ini aktivis Ratna Sarumpaet yang ingin melihat semangat Umat Muslim dalam mendukung kebangkitan ekonomi, mulai dari minimarket berjamaah tokoumat, beliau ikut dalam antrian panjang berbelanja sampai menjelang maghrib.

“Ini adalah permulaan kerja besar yang harus kita dukung, dan siap mewujudkan minimarket berjamaah tokoumat di semua pelosok tanah air”, demikian dinyatakan oleh Ketua umum Kopprindo, sekaligus inisiator tokoumat, Eka Gumilar.

Dalam kesempatan acara juga, ada kesaksian para anggota yang sempat meneteskan air mata haru karena bisa merasa memiliki sebuah minimarket hanya dengan 500 ribu rupiah.

Semua anggota merasa berterimakasih kepada pengurus dan inisiator yang membuat mimpi mereka jadi kenyataan. Para pengunjung terlihat sangat bersemangat dan gembira melihat minimarketnya berdiri di lokasi strategis dan cukup luas

Apa yang menarik ketika berbelanja di tokoumat?

Kita akan mendapatti kata-kata edukatif Islami di setiap sudut toko, selain itu pembeli bisa mendapakan hadiah seperti buku bacaan doa, tasbih dll.

Eka Gumilar pada sambutannya juga mempersilahkan tokoumat selanjutnya dibuka pendaftaran lagi, setelah ditutup kemarin karena sudah tercukupi RAB.

“Kita akan buka langsung di Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi”, terangnya. Langsung disambut antusias dan banyak yang langsung mendaftarkan diri.

Bagi yang ingin gabung, dan mempelajari dulu, ini link Whatsapp Group yang dibuka :

1.WAG tokoumat Bogor ke2

https://chat.whatsapp.com/DBkuWjQVs0rAKe5YTWQ7MXTo

2.WAG BEKASI

https://chat.whatsapp.com/HdgrKoRlL19KhVgfGuDn7H

3.WAG DEPOK

https://chat.whatsapp.com/0edo87NWbg68IxaNxMmCOC

4.WAG. Tangerang :

https://chat.whatsapp.com/0c6f1Z1RYQbGPDpqggs92h

Nah, tunggu apalagi?? Saatnya kita aksi nyata berkarya nyata untuk umat dan bangsa.